Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Living is a One Way Street...

Posted: Senin, 09 Januari 2012 by Unknown in Label: ,
0

Entah kenapa tiba-tiba pengen nulis. Nggak hanya pengen nambah-nambahi post di blog kaya tulisan-tulisan sebelum ini, hehehe... Malam ini, 09012012... sebentar, kayaknya sepupuku ulang tahun, dan aku baru sadar... sms dulu dehh... DengDong, nggak punya nomor Hpnya... #2000x serius... Buka FB dulu dehh... Ehh, barusan tek liat di handphone, ada ternyata... kuucapkan kalimat ucapan ulang tahun standard, maklum, i am not a poet... Balasannya menyedihkan... “siapa ini yaa?” intinya gitu lahhh,, Katanya Hpnya habis direset... Semoga g bohong. Kalo aku sih biasanya cari alasan kayak gitu buat sopan-sopan aja, dan dalam hati merasa begitu bersalah... Semoga dia tidak, semoga aku yang keliru... Jangan sampai, ahhhh sudahlah, nggak usah menduga!
 
Kedengarannya aneh ya? Siapa yang aneh? Sepupuku atau aku? Hmmm, gimana yaaaa... Sebenernya kita harusnya deket. Apalagi dia cowo, aku cowo. Umur beda 4 tahunan mungkin... Dia anak pak dhe-ku. Aku menaruh hormat yang sangat ke pak dhe-ku itu... Entah kenapa sekarang nggak akrab, mungkin bawaan dari kecil. Sebenernya pas kecil dulu, kita sering main bareng, mancing bareng yang paling ku inget... Lalu mulai beranjak gede, rasa malu, ato rikuh kalo yang orang jawa bilang, kita mulai jarang main satu sama lain... Entahlahhhh... rumah kita juga agak jauh. Jauh untuk ukuran orang Jakarta, 1 km mungkin... :D.. itu pertama. Yang kedua, dia lebih berkecukupan dari aku, tampangnya juga lebih berkecukupan dari aku, apalagi yaaa? Kok kaya nggak bersyukur gitu... Haahaha, bukan gitu, tapi aku tau diri... :D... pokoknya pada intinya, our hobbies are different, our schooll, our friends, pokoknya kita beda... Siapa yang aneh? Kayaknya aku... Kuper, sukanya di rumah terus, nggak punya temen kecuali temen sekolah... Jadi pengen memperbaiki masa lalu, bergaul dengan tetangga, dengan catatan nggak ketularan tingkah nakal mereka. Maklum, di kampungku, anak-anaknya pada banyak yang nggak beres. Kata orang tua sih malah Alhamdulillah aku nggak gaul sama mereka-mereka, tapi there’s something missing in my past... Rasanya hidupku aneh...

Heh, melebar! Lanjut cerita yang nggak terduga ini. Hanya karena aku inget tanggal 09012012... :D... Tapi, Basically aku pengen banget akrab sama saudara-saudaraku, terutama saudara dari ibuku... kok malah jadi sedih? Beneran deh, awalnya nggak mau bicara soal keluarga, mo bicara MLTR, kok jauhnyaaaa... Semoga Alloh melimpahkan rahmat dan karunianya kepada semua keluarga besarku... Kakekku, Nenekku, semuanya dehhh... Pengen banget sms mereka, tapi agak rikuh, kok tumben-tumbennya... Njanur gunung... Hmmm, aku harus segera mengakhiri hubungan keluarga yang aneh ini, aku harus lebih terbuka... Tidak usah cari apa penyebabnya, apa permasalahannya, yang jelas aku mau bilang “kita tidak bisa memaksa orang lain menjadi seperti apa yang kita suka, tapi kita yang harus menyesuaikan”... Saya yang harus bergerak, bukan menunggu mereka bergerak... Syukur-syukur bergerak bersama dan ketemu di tengah-tengah... Lebih cepet!!!
STOP!!! Ganti topik... copy paste kata yang bikin aku ngelantur...
Malam ini, 09012012...

Malam ini, 09012012... hujan, dingin... Senin yang cukup santai menurutku. Pagi jam 9, bos ada rapat diluar, balik kantor sebentar, jam 2 siang ada rapat lagi sampai jam 5 sore... Padahal baru aja masuk dari cuti agak panjangnya... two thumbs dehhh... Pokoknya instansiku ini jangan dinilai dari kabar yang beredar di koran. You have to observe before saying anything bout my office... Soal Grammar soal Makna nggak make sense, terserah, penting aku mau belajar bahasa inggris... #resolusi2012-01-09
Yaaa, kalo bos nggak ada, arus dokumen agak mending, bisa sedikit twitteran, :p... Semoga Alloh memaklumi lahhh, kita juga manusia, nggak bakal bisa suruh kerja 07.30 - 17.00... Pasti ada beberapa puluh menit untuk hibernasi, dengan catatan masih wajar. Ya, aku rasa masih wajar!...
Langjooooottt...sampai jam 23.00 aja dehhh, kalo belum selesai, bersambung berarti...

Malam ini spesial, aku ikut kajian di masjid sebelah kampus STAN, Masjid An Nasr Bintaro tepatnya. Dapet ajakan dari temen yang kadang nyebelin banget dan kadang baik banget... :D.. Kata pak Agus, temen sekantorku, gara-gara kayak gitu, kita malah jadi akrab... Iya juga sih.. Aku punya temen yang aku istilahkan “batu baterai rusak”. Dua baik semuanya. Pinter, rajin, rapi, pokoknya positiffff semua... Satu kutub, negatifnya nggak ada. Mana ada baterai kutub positif doank bisa menyalakan lampu... :D... Dasar baterai soak... :p... Pernah satu kejadian kita main poker bersama, yang menang berhak mencoretkan arang ke muka yang kalah. Dan meskipun dia sudah comang cameng, ketika dia menang, dia tidak tega membalas. Yaaa Ampun, beruntung banget istrinya nanti yaaa... Semoga dia dapet istri sebaik dia juga... Naaahhh, sama dia masih suka ada rikuh-rikuhnya meskipun aku pasti bakal dibantu dia, diajak yang nyleneh-nyleneh juga kadang nggak mau... Kalo yang satu ini, aku minta tolong apa, nggak rikuh... Enak kalo dimintai bantuan, meski kadang keras kepala minta ampun... Intinya malam ini aku ikut kajian... Asyik juga, nambah pengetahuan agama, besok-besok ikut lagi ahhhh... Daripada pulang ke rumah, sendiri... alone... sendiri... alone... Oiya, aku belum sempet cerita seputar KPR yang sudah setengah tahun ini menyedot perhatianku... Aku pikir difloorkan saja, asal nggak ada niat sombong, Just sharing, sapa tau you can take information, ato lebih aware dalam memilih rumah, ato... #kemenggreshh...

22.40.... dua puluh menit lagi pokoknya bersambung...

Lanjut dengan beli wajan di GIANT... wajan di rumah lengket, gampang gosong, pokoknya nggak asik banget lahhh... dulu pas beli harganya berapa yaa? Jadi pengen maluuu, murah njaluk apik... di sana nggak sengaja ketemu mas rio dan mas gigih, temen sekosku dulu... yaaa, dulu... Sedih rasanya, pengen pulang bareng mereka, di rumah aku sendiri, paling smsan... Telpon emang aku usahkan minimalkan banget... Bukan ke hematnya, tapi belum bolehhh... Tunggu sudah halal, :D.... mereka pasti mo cari apel, ato jeruk, yang biasanya promo.. ditimbun di kulkas untuk seminggu... Apal banget kelakuan mereka, meskipun hanya setahun bersama... :D Kebetulan aku udahan, just say hello dan pergi. Agak malu juga nenteng keranjang isinya wajan... Jadi, ngacir aja dehhhh...

Hujan sepanjang jalan dan sampailah di rumah. Buka mantel, buka pintu, assalamu’alaikum dalam hati. Sunyi !!! Sepi !!! Sendiri !!! Selalu saja kesepian, dan terus teringat mereka yang di kosan... Lagi ngapain mereka? Nonton tivi bareng-barengkah? Kapan weekend tiba... Kadang, aku cari-cari alasan untuk bisa ke sana. Just two hours or more, udah bisa seneng... Nyalakan Speaker, sambung ke HP, music dinyalakan. Mood langsung berubah gara-gara MLTR – Only Way Street... Itulah judul postinganku kali ini... Nggak nyambung yaaa??? Ini namanya paragraf deduktif... Intinya ada di kalimat terakhir... :D
Musik, menjadi penyemangatku, teman akrabku,. Asal bijak aja. Jangan lupa sholat, jangan lupa baca Al Quran. Kalau hapalan, aduuuhhhh, susah banget... I Won’t look back or slow the speed, coz living is a one way street... Thanks MLTR...

Seperti apa Belanda dan Jepang di mata anda?

Posted: Sabtu, 13 Agustus 2011 by Unknown in Label:
0

Belanda dan Jepang, dua negara yang sangat bertalian erat dengan sejarah bangsa kita, Indonesia. Belum lama ini saya terlibat sebuah percakapan sederhana dengan teman-teman saya. Chatting lebih tepatnya... Percakapan sebagai berikut:
[A] semalem ngbrolin soal penjajah temen2 kos ane pd setuju sama ane belanda bukan penjajah mereka pioneer pembangunan dan peradaban [B] mereka penjajah [Me] penjajah [B] penjajah itu perampas sumber daya, dan penindas [Me] pikiran dari mana itu? [C]??? [Me] pioneer??? soekarno menangis mendengarnya [B] klo pioner pembangunan, trias politika kudune dijalankan [C]pembangun peradaban? [Me] cuma sedikit yang mereka beri ke indonesia [A] liat semua stasiun [Me] sisanya dibawa dengan kapal2 besar mereka [A] perkebunan [Me] apakah itu bisa disebut sebagai pioner? [B] lha itu kn sarana pengeruk keuntungan [A] sama saja dg jaman skrg belanda tetap penjajah, dan indonesia pemalas... mungkin itu yang pantas bukan lantas mengartikan belanda sebagai pioneer [B] belanda, inggris, jepang, portugis pada baen [Me] freeport mungkin sebagai dewa donk kalo gitu [B] :mana [C]SETUJU AMA ATAS ANE [A] freeport jg sama ga disebut penjajah kan lebih lebih itu malah semua gedung pemerintahan daerah belanda yg bangun perkebunan [Me] seumur2 aku nggak bakal maafin belanda dehhh apalagi menganggapnya pioneer [A] stasiun [Me] kan emang di negara jajahan harus dibentuk sebuah pemerintahan juga jadi mau nggak mau mereka bikin itu [A] pejuang kemerdekaan [Me] tujuan utama mereka ya sebenernya bukan untuk indonesia [A] tokoh2 pejuang mereka belajrnay jg ke belanda [Me] tapi apakah mereka menganggap belanda itu baik? aku rasa tidak [A] seperti saat ini partai oposisi tak akan menyukai partai penguasa padahal mereka jg menikmati pembagian kekuasaan [Me] mungkin teori yang kamu angkat seperti ini diterima, indonesia bakal seperti malaysia jadi dikasih kemerdekaan oleh inggris [Me] mending mana sih? kita tau kita kaya tapi kita tidak dapat mengolah untuk memakmurkan kita? atau kita kaya, dan kekayaan kita dikeruk orang lain, sementara kita dikasih segelintir?... [B] bung A menggunakan pola psikologi terbalik untuk mengetes brader2 sekalian haha [Me] trus psikologisku gimana? pendendam? Haha [A] hehe, masalahnya ane kecewa. DARI DULU SAMPAI SEKARANG : kita (bangsa/rakyat) kaya, dan kekayaan kita dikeruk orang lain, sementara kita (bangsa/rakyat) dikasih segelintir?... dulu orang lain itu penjajah dr bangsa lain dan bbrp pribumi yg pro sekrang kompeni sama penguasa2 maruk

Entah kenapa, saya begitu berapi-api dengan topik ini... Menurut pribadi saya, Penjajah tetaplah penjajah. Berabad-abad mereka menguasai negeri kita, menindas rakyat tak berdosa. Berawal dari monopoli VOC terhadap rempah-rempah Indonesia, sampai perang dengan senjata. Kalaupun mereka membuat sebuah sistem pemerintahan di Indonesia, gedung-gedung, sarana transportasi, dan sebagainya, itu semua tidaklah lain tidaklah bukan hanya karena untuk tujuan mereka. Agar dengan semua yang telah mereka ciptakan, mereka dapat mengatur lebih baik dan lebih mudah. Dan bukannya Belanda menjadi sekaya sekarang, yang konon tanahnya lebih rendah dari lautan, itu semua sebagian besar adalah hasil rampokan mereka terhadap Indonesia?

Dan Jepang, sejarah mengatakan, mereka lebih kejam dari Belanda. Meskipun hanya sekitar 3,5 tahun berkuasa, namun penjajahan mereka terhadap Indonesia lebih kejam. Awalnya mereka datang ke Indonesia dengan tiga slogan, Jepang Cahaya Asia, Jepang Pemimpian Asia dan Jepang Pelindung Asia. Namun, lama kelamaan mereka menunjukan tujuan awal mereka, yaitu menguasai Indonesia. Bukan hanya fisik yang dijajah, tapi lebih dari itu. Banyak kaum wanita yang dijadikan "pemuas" nafsu para tentara-tentara Jepang waktu itu. Dan sekarang mereka masih banyak yang hidup... Menyedihkan, sengsara di negerinya sendiri...

Sejarah kelam telah berlalu. Lantas apakah sekarang kita harus marah dan balas dendam kepada kedua negara tersebut? Atau kah dengan cara-cara lain yang lebih beradab?

Sekarang Indonesia telah berdamai dengan Jepang dan Belanda. Lebih dari itu, Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik yang erat dengan keduanya. Jepang dan Belanda-pun telah banyak memberikan bantuan kepada Indonesia, baik berupa pampasan perang (sebuah bantuan dari negara penjajah kepada negara yang dijajah), investasi, beragam fasilitas, sampai beasiswa sekolah gratis...

Tak perlulah menyesali masa lalu... Apa yang terjadi haruslah menjadi sebuah pelajaran berharga untuk Indonesia... Untuk menjadi lebih baik lagi, bukan hanya memanfaatkan bekas-bekas peninggalan Jepang dan Belanda, tapi harus menciptakan dan mengembangkan sendiri. Sebagai contoh, kereta api dan perkebunan... Terus terang, banyak yang kecewa dengan kondisi Indonesia saat ini terhadap dua hal tersebut... Sekarang, para penjajah tak lagi mereka bangsa lain, tapi dari kalangan kita sendiri. Mereka lahir dari bangsa sendiri, para koruptor yang tega-teganya menjajah rakyatnya sendiri... Miris sekali, lebih sakit dibanding dijajah negara lain...





Sekitar sebulan yang lalu, saya sempat berbincang-bincang dengan teman saya yang baru selesai belajar di Jepang. Dia bilang bahwa rakyat Jepang, mereka tidak pernah tau menahu bahwa negaranya telah menjajah Indonesia. Dia balik bertanya, "kamu sadar tidak kalau kamu dituduh rakyat Timor Leste, bahwa kamu juga telah menjajah mereka"

#glekkk... sambil garuk-garuk kepala... Meskipun saya langsung mengernyitkan dahi tanda nggak setuju. Sesuatu yang sangat berbeda dan menurutku tak seharusnya dicompare...



Bagaimana pendapat anda?
###posting ini tidaklah untuk tujuan apapun###
###just for sharing, untuk Indonesia yang lebih baik###

-I and You Shouldbebetter-

tertib lalu lintas, masih jaman yaaa?

Posted: Senin, 04 Juli 2011 by cendolduren in Label:
0


Jakarta, kota Jaya Raya, Ibukota Negara besar, Indonesia tercinta. Belum lama ini merayakan ulang tahunnya yang ke-484. Selamat Ulang Tahun Jakarta, kota periuk nasiku, paling tidak untuk saat ini... :D... Bicara tentang Jakarta, rasanya tak akan pernah lepas dari polusi, panas, banjir, macet, gedung pencakar langit, mall, apa lagi yaaa?

Kali ini saya akan berbagi pendapat salah satu dari atribut Jakarta tersebut, mungkin istilahnya begitu lebih tepatnya. Ini dari sudut pandang saya, jadi bagi yang belum pernah ke Jakarta (saya ejek dulu yaaa, hareee geneee), jangan jadikan sebagai sesuatu yang mutlak benar... Pendapatnya tentang apa? tentang lalu lalu lintas aja lahhh yaaa, secara tiap senin sampai jumat, pagi dan sore, melintasi jalanan yang tak pernah sepi, sejauh 20 km mungkin...

Sebenarnya, sekalipun saya belum pernah menginap di Jakarta. Kalo di pinggir-pinggirnya sih iyaaa... Sebelumnya saya sekolah di salah satu Sekolah Tinggi di Tangerang. Catat yaaaa, Tangerang... :D... Beda tipis lah... Naaah, sekarang, kerjanya di Jakarta juga (paling tidak untuk saat ini).. :p... Kalo ditanya komentar tentang lalu lintas di Jakarta (dan sekitarnya), saya cuma bisa bilang 'NGERIIII'... Gila aja, kalo aku di Purwokerto, bisa lihat lalu lintas se-crowded macam itu cuma sekali setahun, pas malam tahun baru.. Kalo di kampungku? Jangan tanya dehhhh.. Mikir mikir kalo mau naik motor di Jakarta, takut keserempet, keseruduk... Kalo racun angkutan umum yang pekatnya minta ampun takut nggak? Gara-gara nggak keliat langsung, jadi kalo racun-racun macam itu kalah ngeri... Indonesia bangeeeetttt... Sekarang, mau nggak mau saya musti berhadapan dengan keduanya, dan so far, saya sudah agak bisa beradaptasi, termasuk kengawurannya, keugal-ugalannya... :D... Salah kok banggaaa..

Dari pengamatan saya pribadi, sangat sedikit, hampir tidak ada pengendara sepeda motor yang patuh.. Kosan saya contohnya. Mungkin saya simpulkan cuma satu orang saja yang patuh. Selainnya, seenak udel sendiri, termasuk saya... Patuh dalam artian: tidak memakai jalur bus way, tenang, tidak menyerobot ato berbelok dengan tiba-tiba, tidak melawan arus, saat lampu merah tetap di belakang zebra cross, berkendara tidak berkelak kelok, zig-zag... Salut saya yang bisa seperti itu.. Kalau mobil? Gara-gara body-nya dan geraknya yang lamban kali yaaa, jadi ya deritaaa loooo... Salah sendiri, body segede itu cuma diisi satu orang, udah gitu, kalo di jalanan yang padat merayap, posisinya nggak lurus... Jangan salahkan kami kalo kalian sering marah. Kami juga sering marah sama kalian...(pembenaran, kekekekek)

Lalu, dengan sedemikian lazimnya sebuah keamburadulan dilakukan, apakah kita masih mau untuk tertib? berharap akan ada yang mencontoh, satu demi satu, dan pada akhirnya semuanya akan tertib? sampai kapan? kecil harapannya.... Lha kalau misalnya kita ikut-ikutan amburadul, ada harapan jadi tertib nggak? Nollll...

Semua kembali ke pribadi masing-masing sih yaaa...
Baiklah, segera saya posting tentang tipe kepribadian...
Ditunggu ya kakakkkkk...



-I and You Shouldbebetter-