Gadai Emas di Bank BRI Syariah

Posted: Rabu, 23 Mei 2012 by Unknown in
48

Assalamu'alaikum.. Sudah pernah denger istilah gadai? pasti sudah donk... Pertama denger, yang ada dalam otakku langsung keinget gambar semacam timbangan warna ijo, dan di bawahnya ada tulisan PEGADAIAN... Saya tidak tahu arti persis dari gadai dalam KBBI, yang jelas arti gadai menurut saya adalah sebuah cara untuk mendapatkan pinjaman berupa uang dengan menyerahkan jaminan kepada pihak yang meminjamkan berupa barang berharga yang kita miliki dan jikalau nantinya kita tidak bisa melunasi pinjaman, barang tersebut akan menjadi milik si pemberi pinjaman. Intinya seperti itu

Saya pertama kali kenal gadai itu ketika tetangga saya menggadaikan ladangnya untuk meminjam uang ke bu dhe saya. Otomatis hak menggarap sawah dan apa-apa hasil yang keluar dari ladang tetangga saya tersebut menjadi hak bu dhe saya selama tetangga saya belum bisa mengembalikan uang yang dipinjamnya. Tentunya dibarengi dengan perjanjian yang rinci agar dikemudian hari tidak terjadi kesalahpahaman. 

Kemudian belakangan ini, sudah ada dua sampai tiga tahun, di daerahku juga sangat marak yang namanya gadai motor. Orang cukup mempunyai uang tiga sampai empat juta untuk membawa Supra X, Jupiter Z, dan motor-motor mentereng lainnya. Jika masa gadai sudah selesai, mereka akan mencari lagi motor lain. Pokoknya enak deh, dengan uang segitu, setahun bisa berkali-kali gonta ganti motor keren berbagai selera... Muter-muter alun-alun banyumas, dikira anak orang kaya, punya motor banyak. Padahal aslinyaaaa... Hehehehe... Dan saya pikir, sistem gadai ini cenderung menguntungkan pihak yang memberi pinjaman. Apalagi si pemilik kendaraan tidak tau bagaimana motornya digunakan oleh pemilik sementara. Apakah ugal-ugalan, sering jatuh, jarang diservice, dan sebagainya. Enggak banget deh kalo aku yang jadi pemilik motornya.


Naah kemarin, saya akhirnya mencoba sendiri menjadi pihak yang menggadaikan. Sampai sekarang saya masih belum percaya, ternyata saya yang merasa masih terlalu pagi, sudah bisa melakukan perjanjian perikatan. Artinya saya sudah dewasa. Beneran deh. Kalau beli es durian, beli hape, beli kangkung, itu  mah nggak excited karena "kontrak" segera terputus. Naah, yang satu ini kan perikatannya lama. Dan saya sudah bisa melakukan perikatan ini dan diakui secara hukum. Saya dependent, bisa melakukan apa saja dan bertanggung jawab akan apa saja yang saya lakukan. Hahaha, agak lebay sih...

Haishhh, muqodimahnya panjang amaattt...
Intinya, saya ada sedikit barang dalam bentuk logam mulia antam. Dirasa-rasa karena saat ini harga emas benar-benar memprihatinkan, saya pikir alangkah sayangnya untuk menjualnya. Apalagi ada yang di tangan saya adalah emas pinjaman, dan si peminjam juga mintanya dibalikin dalam bentuk yang sama. Naah Loo, kalo harga besok tau-tau melambung, bisa berabe urusannya... Qqqqq.. Akhirnya saya putuskan menggadainya. Awalnya searching-searcing dan belum terlalu ngeh dengan gambarannya. Niatkan saja langsung dateng ke TKP, apa susahnya sih... :p

Pertama, saya dateng ke Pegadaian dekat rumah saya. Di sana saya meminta penjelasan secara rinci, bagaimana ketentuannya, biaya-biaya yang harus saya keluarkan, keamanannya jika ternyata di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pihak pegadaian menjelaskan adanya biaya administrasi awal yang terlayer-layer sesuai dengan besarnya utang. Untuk 25 gram logam mulia yang saya bawa dan ditaksir 10.000.000 rupiah, biaya adminstrasi sebesar 60.000 rupiah untuk satu kali transaksi 4 bulan-an. Istilahnya seperti biaya pendaftaran. Kemudian untuk biaya sewa tempat (istilahnya) dihitung per 15 (lima belas) hari dengan rate 1,15%. Artinya, satu bulan rate-nya adalah 2,3%. Jadi jika saya meminjam 10.000.000 rupiah, akan dikenakan biaya sewa tempat 115.000 per 15 hari. dan jika saya tidak bisa melunasi pokok pinjaman dalam jangka waktu empat bulan, saya masih bisa diberi kesempatan untuk memperpanjang, tentunya dengan melunasi biaya sewa tempat di empat bulan pertama. Kalau tidak, yaaa ati-ati aja bakalan dilelang.. :p... Karena saya benar-benar baru tau, saya pikir ada baiknya untuk mencari pembanding. Pergilah saya ke Purwokerto, dimana di sana lebih buanyaaak pilihan tempat yang bisa saya kunjungi, terutama bank-bank syariah.

Datanglah saya ke Bank BRI Syariah. Sebenernya pengen nyari Bank Mandiri Syariah, tapi kayaknya kok belum ada di Purwokerto. CMIIW... Pelayanan Bank emang spesial yaaa, patut diacungi kempol. Lho? kok kempol... Mereka kan menjual jasa, service jadi sesuatu yang mutlak dan that's the mort important thing. Itu yang sedang ditanamkan pada seluruh instansi pemerintah. Seharusnya pemerintah itu namanya berubah menjadi pelayan.

Pemerintah ==> Pe+me+perintah : orang yang suka memerintah... pelayan ==> pe+layan : orang yang suka melayani...  Bahasa inggrisnya aja public servant... Biar di otak para PNS, mereka itu nggak semena-mena, mereka harus sadar betul kalo yang menggaji mereka adalah rakyat... Bismillaah, semoga saya bisa...

Di Bank BRI Syariah, saya dijelaskan secara gamblang, mblang, mblang. Mereka mengenakan namanya biaya sewa tempat (istilah syariah-nya  saya lupa) -red per sepuluh hari. Dan satu bulan mereka mengenakan rate 1,25% dari pinjaman, jadi untuk sepuluh hari, tinggal dibagi tiga saja... Biaya administrasi awalpun dibuat berlayer-layer. Untuk pinjaman kurang dari 10.000.000 rupiah, biaya administrasi dikenakan sekitar 25.000 rupiah... Hanya saja penaksirannya cenderung lebih rendah menurutku. 25 gr ditaksir 10,5 juta rupiah dan pinjaman maksimal adalah 90% dari taksiran. Pinjaman minimal tidak ditentukan, akan tetapi perhitungan biaya sewa tempat bakalan dikalikan dengan 55% dari harga taksiran. Naah Looo, harus pinjem banyak aja, daripada malah rugi... :D

Jangka waktu pelunasan adalah sama seperti pegadaian. Per empat bulanan, jika tidak bisa menebus pokok pinjaman, bisa memperpanjang lagi dengan terlebih dahulu membayar biaya sewa tempat selama empat bulan dan membuat perjanjian kembali. Otomatis biaya administrasi muncul kembali... Dalam jangka waktu tersebut, saya bisa mencicil dan akan diperhitungkan sebagai pengurang pokok pinjaman. Ini akan berpengaruh kepada biaya sewa tempat. Akan tetapi, perlu diperhitungkan juga bahwa perjanjian akan dibuat kembali dengan pokok pinjaman yang berbeda, dan otomatis juga biaya adminstrasi akan muncul kembali...

Saya juga menyinggung soal keamanan, dan pihak bank alhamdulillah memberi jawaban yang bikin hati adem... Insya Alloh aman dan jika keadaan terburuk terjadi, kita akan diganti dengan logam mulia serupa, tentunya dengan nomor sertifikat yang berbeda... :D

Jadi simulasinya, jika saya pinjam 8 juta rupiah. Saya akan dikenakan biaya sewa tempat sebesar 100 ribu rupiah per bulan. Menurut saya itu lumayan murah, apalagi jika dibandingkan dengan pegadaian... Dan akhirnya saya parkirkan emas tadi di Bank BRI Syariah dan berharap bisa menebusnya segera... Bismillaah semoga saya dimudahkan rejekinya... Alloohumma Aamiinnn... Dan terakhir, sebagai syarat mutlak adalah harus buka rekening di situ... Yayayaya, lagu yang sama... :D Lumayan juga sih, saldo mengendap minimal 25.000, transfer ke manapun gratis, tarik tunai ATM Bersama juga gratis, dan dompet juga tambah tebel sama kartu ATM... Dikira orang kaya, padahaaallll... :hammer... Alhamdulillaah...


Update:
1. Saya sudah lihat sendiri Bank Syariah Mandiri di Purwokerto. Seperti apa kata Saudara Rizky, Bank Syariah Mandiri jusrtu muncul duluan dibanding Bank BRI Syariah. Cuma mungkin gara-gara letaknya yang kalah mencolok dibanding Bank BRI Syariah (menurutku), jadi saya nggak tahu... Padahal kata kakak iparku, lebih murah lhooo... coba yang mau gadai, ayooo ayooo, dibandingkan yaaa, trus kasih testimoni... :D

2. Alhamdulillaah saya sudah menebusnya. Asli nggak nyangka bakal nebus hanya dalam jangka waktu delapan hari. Tak pikir, bisa dilunasi sebelum lebaran sudah sangat bersyukur, eehhh kurang dari sepuluh hari malahan udah ada di tanganku lagi. Biaya sewa tempatnya sesuai dengan apa yang saya ilustrasikan di atas. Tidak ada yang berbeda.. Cihuyyyy, Alhamdulillaah banget. Siap untuk saya antarkan kepada sang pemilik aslinya... :ngakak 

Mahar

Posted: Selasa, 22 Mei 2012 by Unknown in
3

Paling tidak harus ada 4 (empat) hal pokok yang menjadi rukun atas syahnya sebuah pernikahan. Bila salah satu dari semua itu tidak terpenuhi, batallah status pernikahan itu. Yaitu [1] Wali, [2] Saksi, [3] Ijab Kabul (akad) [4] Mahar...

Mumpung lagi edisi anget-angetnya menikah, rasa-rasanya nggak telat kalo saya cerita seputar pengalaman pribadi saya terkait mahar. Daripada ceritanya bulan-bulan depan, atau tahun-tahun depan, ketahuan istri, bisa dikira mau nikah lagi. Repot kan... hehehe. Saya mau bercerita pengalaman pernikahan kami yang sebenarnya sekarang belum terlaksana. InsyaAlloh Sabtu, 26 Mei 2012 besok... Semoga Alloh membuat semuanya lancar dan berkah... Allohumma Aamiinnn

Mahar, dikutip dari e-bok Fiqih Nikah Ust. Ahmad Sarwat, artinya adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka. Adapun perintah memberikan mahar ini tertuang dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa: 4 yang artinya sebagai berikut:
Berikanlah mas kawin kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah pemberian itu yang sedap lagi baik akibatnya.(QS. An-Nisa: 4)

Di daerah kami, atau mungkin daerah anda-anda juga termasuk, umumnya mahar diberikan dalam bentuk seperangkat alat sholat. Bahkan, di KUA tempat kami akan melangsungkan pernikahan, berkas-berkas yang umumnya sudah kaya semacam form, secara default tercetak seperangkat alat sholat dan diberi baris kosong untuk mengisi perhiasan, uang, atau yang lainnya. Awalnya saya tidak mengambil pusing dengan yang satu ini, karena saya pikir sudah menjadi sesuatu yang sangat lumrah jika seseorang memberikan mahar seperangkat alat sholat, dan pernikahan mereka dinyatakan sah oleh para saksi.

Namun ketika saya berbincang-bincang, tentunya tak hanya dengan satu dua orang, mereka merasa terlalu murah kalau mahar diberikan hanya dalam bentuk seperangkat alat sholat. Di internet, saya coba searching-searching, banyak pula yang berpendapat, Ahhh, masa sih mempelai wanita belum punya seperangkat alat sholat? Ahhh, nantinya bakal jadi pajangan doank nggak? Lainnya berpendapat bahwa memberikan Al-Qur'an (biasanya termasuk di dalam seperangkat alat sholat, mempunyai makna psikologis, bahwa kita sebagai suami harus benar-benar memberikan (mengamalkan) apa yang ada dalam Al-Qur'an itu sebagai wujud memberi contoh kepada istri. Kalau nggak, gimana? Bakalan nggak sah nikahnya? Naah looo, ngeri banget kan?... Tapi saya pikir ulang, bukannya mau mahar Al-Quran atau bukan, yang namanya Al-Qur'an bukannya emang kita juga dituntut untuk mengamalkan semuanyaaa? :melet

Saya merasa bukan orang yang mempunyai kapasitas untuk membenarkan atau mengurang benarkan pernyataan mereka. Yang jelas, pada jamannya islam dulu, ada beberapa mahar yang saya rasa cukup unik. mahar dalam bentuk cincin dari besi, sebutir korma, sepasang sendal, jasa mengajarkan bacaan qur'an atau yang sejenisnya. Hal terpenting adalah kedua belah pihak ridho dan rela atas mahar itu.


Berikut adalah kutipan tanya jawab yang saya dapat dari Ustadz Ahmad Sarwat, Lc.
Sumber Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin : http://www.salaf.web.id
========================================================================
Mahar adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka. Mahar ini menjadi hak istri sepenuhnya, sehingga bentuk dan nilai mahar ini pun sangat ditentukan oleh kehendak istri. Bisa saja mahar itu berbentuk uang, benda atau pun jasa, tergantung permintaan pihak istri.

Mahar ini pada hakikatnya dinilai dengan nilai uang, sebab mahar adalah harta, bukan sekedar simbol belaka. Itulah sebabnya seorang dibolehkan menikahi budak bila tidak mampu memberi mahar yang diminta oleh wanita merdeka. Kata ‘tidak mampu’ ini menunjukkan bahwa mahar di masa lalu memang benar-benar harta yang punya nilai nominal tinggi. Bukan semata-mata simbol seperti mushaf Al-Quran atau benda-benda yang secara nominal tidak ada harganya.

Hal seperti ini yang di masa sekarang kurang dipahami dengan cermat oleh kebanyakan wanita muslimah. Padahal mahar itu adalah nafkah awal, sebelum nafkah rutin berikutnya diberikan suami kepada istri. Jadi sangat wajar bila seorang wanita meminta mahar dalam bentuk harta yang punya nilai nominal tertentu. Misalnya uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, deposito syariah, saham, kontrakan, perusahaanatau benda berharga lainnya.

Adapun mushaf Al-Quran dan seperangkat alat shalat, tentu saja nilai nominalnya sangat rendah, sebab bisa didapat hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah saja. Sangat tidak wajar bila calon suamiyang punya penghasilan menengah, tetapi hanya memberi mahar semurah itu kepada calon istrinya.

Akhirnya dengan dalih agar tidak dibilang ‘mata duitan’, banyak wanita muslimah yang lebih memilih mahar semurah itu. Lalu diembel-embeli dengan permintaan agar suaminya itu mengamalkan Al-Quran. Padahal pengamalan Al-Quran itu justru tidak terukur, bukan sesuatu yang eksak. Sedangkan ayat dan hadits yang bicara tentang mahar justru sangat eksak dan bicara tentang nilai nominal. Bukan sesuatu yang bersifat abstrak dan nilai-nilai moral.

Justru embel-embel inilah yang nantinya akan merepotkan diri sendiri. Sebab bila seorang suami berjanji untuk mengamalkan isi Al-Quran sebagai mahar, maka mahar itu menjadi tidak terbayar manakala dia tidak mengamalkannya. Kalau mahar tidak terbayar, tentu saja akan mengganggu status perkawinannya.
========================================================================

Setelah membaca sekali lagi kata-kata "sebagai pemberian dengan penuh kerelaan" dalam surat An-Nisa: 4 tersebut, saya pikir kalau hanya seperangkat alat sholat saja, untuk ukuran saya, rasanya agak gimanaaa gitu.. Mungkin kalau dinominalkan, harganya sekitar 150.000 - 300.000. Bukan bermaksud saya sombong, hanya saja beneran deh kalau dirasa-rasa. Akhirnya saya tambah maharnya, tidak terlalu memberatkan saya dan insyaAlloh saya rela dan dia ridho... Qqqqqqq... Semoga setiap yang mau menikah diluruskan niatnya dalam hal mahar ini. Dijauhkan dari yang namanya mencari kesombongan maupun gengsi.. Tapi sekali lagi, kalau misal sang calon istri ridho, nggak jadi masalah... bukankah ada hadist Nabi: Dari Aisyah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda," Nikah yang paling besar barokahnya itu adalah yang murah maharnya" (HR Ahmad 6/145)... CMIIW

ROSA - Indonesian Idol 2012

Posted: Kamis, 17 Mei 2012 by Unknown in
0

Indonesian Idol kembali ada... Setelah vakum di 2011, sekarang kembali lagi dan berhasil menjadi tontonan yang paling menyedot rating. Saya jagokan Rosa, meskipun sadar betul kalo Regina lebih dan lebih bagus dari Rosa... Tapi melihat perjuangannya yang sering muncul tenggelam di zona voting sms tidak aman, saya makin suka dan makin mendukung... Apalagi kalau denger suaranya yang serak-serak becek merdu... Mulai suka setelah melihat penampilannya di TOP 15. Cekibrot kakak!



Kalau yang ini penampilannya di Babak 8 Besar, dan sekarang melaju ke 7 Besar! Go ROSA Go!!!... Jangan lupa ketik ROSA kirim ke 9288... Semoga minggu depan masih melaju terus dan semakin baik dari minggu ke minggu... Qqqqqqq



#update... ROSA terpaksa harus puas di posisi 6 besar Indonesian Idol 2012. Sedikit kesedihan di hari kebahagiaan... Hehehe

Rasanya baru kemarin

Posted: by Unknown in
0












Rasanya baru kemarin...

Pulang sekolah dengan kempol melepuh, ditempel ke knalpot motor sama temen SD yang super nakal...
Ngumpet takut dimarahin gara-gara nyangsangin balon gas sampe ke langit-langit rumah...
Gelut rebutan layangan dengan teman sebaya...
Berlarian mengejar belalang, konsentrasi penuh mencari letak suara jangkrik...
Rasanya baru kemarin...

Rasanya baru kemarin,
Pulang pergi 14 km dengan sepeda, pagi dan sore, senin sampai sabtu... 
beraksi di depanmu, seolah seorang cross rider. Dan ketika lututku mencium aspal, bibirmu mencibir penuh kebencian sekaligus kebahagiaan...
Gerimis sore, privat gratis persiapan lomba dan sekaligus diantar pak Donny pulang ke rumah...

Rasanya baru kemarin, 
pertama kalinya ke rumahmu, hem hitam dan celana panjang...
dan minggu depan, untuk kesekian kalinya aku kerumahmu, rumahku juga nantinya...

Gili Trawangan. Birunya itu Biru!

Posted: Jumat, 11 Mei 2012 by Unknown in
0

Gili Trawangan, a small island that is located near to Lombok Island, Indonesia... Don't rush a holiday on this island, as you won't want to leave.. Kayaknya kalimat tersebut memang nggak berlebihan. Pulau yang selalu ramai dengan turis mancanegara ini menawarkan keindahan yang sangat luar biasa. Birunya laut yang tersimpan terumbu karang dan berwarna-warni ikan di dalamnya yang dapat anda saksikan secara langsung. Merah jingganya sunset dan surise yang sangat susah untuk anda dapatkan dimanapun, segarnya ikan laut yang tinggal tunjuk untuk kita nikmati, serta panorama lainnya yang tak kalah seru untuk dilewatkan.

Saya mempunyai kesempatan untuk berkunjung ke pulau ini akhir november 2011 silam. Setelah Makassar, kira-kira setahun silam untuk pertama kalinya diberi kesempatan ke luar Pulau Jawa, dan yang ini kali kedua... Berangkat dari Mataram menuju pelabuhan bangsal, pelabuhan kecil tempat perahu-perahu yang nantinya akan menyeberangkan kami ke pulau ini. Jarak dari kota Mataram ke pelabuhan kecil ini sekitar 30 km dan bisa anda capai dengan waktu sekitar 40 menit.


Ditengah perjalanan, kami berhenti di spot yang sayang sekali untuk dilewatkan. Pantai Senggigi namanya. Pantai ini sangat memanjakan mata kami. Bagaimana tidak, Birunya itu Biru! Dari aspal jalanan, menengok ke bawah, terumbu karang di bawahnya sangatlah nampak jelas. Lautnya bersih dan di kejauhan sana terlihat gunung tinggi menyembul ke langit. Ya, Gunung Gede di pulau Bali sana... So far, saya baru lihat pantai seindah ini. Beneran deh... Emang pantai mana saja yang pernah kamu kunjungi.. *glekkkk, baru ini... Hahaha... Ya, setidaknya sudah pernah ke pantai teluk penyu, pantai widara payung, pantai losari... Hahaha, cuma itu... Tapi kalo nggak percaya, lihat aja gambar di bawah ini. Biar gambar yang berbicara. Katanya kan picture perfect memories, can say billions words...

Tiga Gili Di tengah laut, Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno
Pantainya bersih dan kebetulan lagi terik-teriknya matahari. Bule-bule lagi tidur, kecapean habis nightlife
Perahu Layar disewakan. Cocok sekali untuk yang sedang honey moon
Deburan ombak memecah karang, percikannya sampai ke kami. Foto ini diambil dari Pura di samping kanan gambar.
Nampang dulu... Kameramen belakangan yaaaa...

Sekarang baru percaya kaan kalau saya nggak HOAX... Hahaha, indah... Nggak kalah lah sama yang diluar negeri... (kaliiiii) belum pernah ke luar negeri soalnya... Tapi jelajahi nusantara dulu deh, nggak usah buang-buang devisa (alesan nggak punya budget banyak)... Wkwkwkwkwk

Oke! Sampailah kita di pelabuhan bangsal. Bule-bule sudah mulai berkeliaran. Sudah siang soalnya. Kalau mau menyeberang, jangan terlalu siang, apalagi sore hari. Ombak bakalan semakin kencang. Perahu yang dipakai adalah perahu nelayan yang biasa digunakan sehari-hari untuk melaut dan juga mengangkut barang dagangan di pagi hari. Di pelabuhan ini, perahu-perahu saling berjejer antri menunggu giliran perahu mereka mengangkut para penumpang. Satu perahu bisa memuat 25 orang dan masing-masing dari kami akan dikenakan biaya sepuluh ribu rupiah. Murah bukan? Satu dollar lebih kalo bagi bule amrik sana... Perahu harus berisi pas 25 orang dulu, baru perahu akan mengantarkan kita. Sedangkan kami termasuk penumpang yang awal-awal... Saking lamanya dan karena kami diburu waktu yang tak banyak, jadilah kami bernegosiasi dengan koordinator perahu. Bayar 200.000 untuk 5 orang. Eh, di tengah jalan ada bule Kanada yang mau ikut bergabung nebeng dengan perahu kami. Wani pirooo? hahaha, si bule itu punya juru bicara rupanya (baca: calo). Bule tadi membayar 50.000 rupiah. Entahlah si calo itu mendapat fee berapa... Fee sebagai imbalan atas kemampuan lebihnya dalam hal bahasa...

Tak lengkap rasanya kalau tak membeli kaca mata hitam. Ahhh, kata siapaaa... itu gara-gara ente pedagang aja kali ommm...
Foto perahu-perahu yang masih kosong penumpang. Perahu kami lepas landas duluan yaaaa. Aishhh...
Bule Kanada, nggak tau namanya. Mencoba practice English, tapi mudheng cuma separo-separo. Manggut-manggut aja pura-pura tau... :D
Cool...
Ombak lumayan gede, kita disarankan memakai pelampung. Wohoho...


Dan akhirnyaaaa... Sampailah kita di Gili Trawangan... Welcome to Gili Trawangan Island
Dari Lantai 2 bungalow kami. Lumayan mahal... :(
langsung hajar, jalan-jalan menyusuri pantai. Dua balita pribumi sedang asyik bermain di pantai. Wajahnya 100% Indonesia
Mengelilingi pulau dengan sepeda adalah hal yang wajib. Jalanan yang memang didominasi pasir membuat kita terpaksa menuntun setengah perjalanan lebih... Hohoho, tapi asyikkkk...
Sunrise
Sunset
Dan terakhir... ini kameramennya... :ngakak


Starting Point

Posted: Sabtu, 05 Mei 2012 by Unknown in
0

10 itu didapat satu demi satu.
Kalau awalnya 4 lalu sekarang 5, jangan pandang jauhnya 5 dari 10, tapi pandanglah 5 itu semakin dekat ke 10. jangan lekas puas, dan jangan pudar semangat. Teruslah memperbaiki diri...


10 itu didapat satu demi satu.
Jadi keinget jamannya sekolah dulu. Ketika nilai ulangan harian kita dapet 8, kemudian ulangan harian berikutnya dapet nilai 9, nothing's special, atau mungkin just a little bit alhamdulillah... Beda sekali ketika nilai kita 6, kemudian berubah menjadi 8. Sesuatu banget!... Hal ini saya analogikan dengan kepuasan hidup. Seseorang yang sudah terlahir kaya, dia akan lebih sulit mencapai tingkat kepuasan. Seorang anak pedagang kaki lima, dan usaha serta takdirnya membawanya menjadi seorang Dokter, tak terbayangkan betul. Starting point mereka dari angka-angka mendekati nol.. Pencapaian yang sangat luar biasa bukan?..

Pernah lihat film "Man of Honor" yang bercerita seorang anak buruh afrika yang miskin, ingin belajar menjadi seorang peselam profesional. Kondisi saat itu sangatlah buruk, kulit hilam dinomorduakan, atau bahkan tak dianggap. Tapi dari perjuangan yang incredible, buktinya cita-cita si kulit hitam tadi berhasil... Beberapa waktu yang lalu film ini sempat diputar di kantorku, dan lagi-lagi saya malu. Ternyata apa yang saya usahakan selama ini bukanlah tandingan yang seimbang. Dan bahwa hari-hariku yang kurasa sulit, itu sudah terlalu mudah, namun hanya saja kadang kita melihat permasalahan dengan fokus kepada permasalahan, bukan penyelesaian... Allohlah yang mempermudah semuanya hingga aku bisa sampai seperti ini, dan semoga tidak sampai di sini...

Kapan Nikah? Mei…

Posted: Jumat, 04 Mei 2012 by Unknown in Label:
1

Kapan Nikaah? May... Maybe Yes Maybe No!... Jadi teringat Ringgo Agus Rahman dalam sebuah iklan, saya sudah lupa iklannya itu apa. Kalo nggak salah sih iklan rokok... Dan sejak saat itulah, para jomblowan jomblowati yang sudah dirasa cukup umur selalu menggunakan senjata ini jika ditanya kapan mereka akan menikah... Hihihihi, lucu yaaa...

QS. Asy Syuura (42): 11
"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat".


Dan kali ini, tanpa panjang lebar saya akan menyampaikan undangan pernikahan saya. Hihihihi, akhirnya saya akan segera melepas masa lajang. Jodoh yang kadang ketika dipikir-pikir jadi senyum-senyum sendiri. Kadang mikir sendiri, kok bisaaa, nggak nyangka dan tak terduga... Alhamdulillaah Alloh memudahkan urusanku dalam hal pasangan. Alhamdulillaah...

Berikut design undangan kami. Saya buat sendiri dengan kemampuan seadanya... Ahahaha, maklum hanya bisa-bisa nggak bisa dengan yang namanya Coreldraw... Yang lebih jago, ajarin doooonkkk... Mau belajar Adobe Illustrator juga, tapi belum sempet-sempet... Undangan saya buat sendiri karena kebetulan pengen buat konsep yang agak nyleneh. Selama ini, yang saya lihat, undangan kebanyakan dihiasi dengan ornamen-ornamen vektor seperti sulur-sulur bunga. Naaahhh, karena saya asli dari Papringan (-dalam bahasa jawa berarti bambu-), saya punya ide untuk membuat undangan dengan gambar/motif bambu di dalamnya...

Akhirnya, mulailah saya searching google dengan judul "bamboo wedding invitation"... Banyak juga ternyata, dan kebanyakan dipakai oleh orang China... Oooo, baru tau saya!... Karena saya bukan designer sejati dan nggak bisa berimajinasi, saya coba-coba trace bitmap dari beberapa gambar yang saya dapatkan di google... Semoga nggak dituntut di kemudian hari yaaa... Qqqqqqq...

 Terinspirasi dari gambar di samping ini yang saya lihat di www.weddingpaperdivas.com dengan judul elegant bamboo. Font-nya sangat menawan, entahlah namanya apa. Saya sudah mencoba mencari font yang persis dengan ini, tapi nggak nemu juga. Ya sudah, menggunakan yang standard saja. Terbantu juga dengan website yang i had never known before, www.dafont.com... Webiste ini menyediakan buanyaaak font yang manis-manis, especially untuk font type handwritingnya. Perpaduan warnanya juga keren ... Hanya saja saat itu kita berdua memutuskan untuk menggunakan warna hitam. Warna yang elegan menurut saya, dan jarang juga digunakan untuk sebuah undangan pernikahan. Warna hitam selama ini cenderung identik dengan kesuraman, kesedihan. Ahhh, nggak juga, hanya persepsi. Satu yang juga jadi pertimbangan adalah biaya. Qqqq, warna undangan di samping kata sang pencetak bakalan pake full color, entahlah.. saya nggak tau dunia percetakan. 


Okeee, This is it! Simpel, nggak tebel-tebel. Cuma satu lembar yang dilipat jadi dua... Screenshootnya seperti ini... 
Halaman Depan
Halaman Dalam
Halaman Belakang

Mohon Do'anya teman semua... Semoga diberi kelancaran sampai hari H... Dan semoga juga kami dapat mencapai yang namanya Samara... Aamiinnn...

Kalau berkenan hadir, alhamdulillah sekali... :)